Irfan Setiaputra

toward human networking

Recent Journal Entries

Catatan Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Hari Raya Idul Fitri menempati posisi istimewa di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Terlihat dari libur satu minggu penuh, manajemen mudik dan lonjakan trafik di operator telekomunikasi.

Selain pemerintah yang sibuk menangani arus mudik dan kembali ke kota, yang tahun ini memasang kamera CCTV sepanjang jalur Pantura untuk memantau langsung manajemen lalu-lintas, pihak yang juga sibuk adalah operator telekomunikasi. Para operator telekomunikasi sudah berjaga-jaga untuk menjaga kualitas layanan sepanjang jalur mudik. Jadi jika terjebak kemacetan, pemudik masih bisa menelpon atau sekedar bertukar SMS.

Selain itu operator telekomunikasi juga mengantisipasi lonjakan trafik SMS yang berisikan selamat ber-Lebaran. Saya sendiri saja bisa mengirimkan pesan ke ratusan nomor telepon. Untungnya telepon sekarang sudah canggih. Tak perlu klik send satu persatu untuk setiap pesan. Cukup ketik satu pesan dan kirim ke satu grup.

Untuk tahun ini rasanya tren SMS ucapan selamat Hari Raya masih belum tergantikan. Walaupun operator telekomunikasi sudah menyediakan layanan video, tetapi ucapan selamat Hari Raya dengan cara kreatif lewat video belum banyak dilirik. Padahal dengan video, kita bisa berkirim salam dengan lebih ekspresif. Mungkin saja tren ini baru muncul tahun depan. Biasanya di Indonesia perlu pemicu dulu sebelum menjadi tren luas.

Juga dalam kesempatan ini tidak lupa ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada para petugas yang mendedikasikan waktunya memberikan kenyamanan pada Hari Raya ini. Dan juga bagi mereka yang menikmati Hari Raya, lupakan sejenak aktivitas rutin sehari-hari. Rayakan kemenangan bersama keluarga dan teman.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin.

By Irfan Setiaputra on September 26th, 2008 | No comments »

Insentif untuk Kerja dari Rumah

Pemerintah berencana untuk menaikkan pajak kendaraan. Apakah itu akan berdampak untuk mengurangi volume kendaraan dan berefek pada kurangnya kemacetan, setelah kenaikan harga bensin tidak banyak memberi pengaruh padatnya jalanan? Kita lihat saja nanti.

Bicara tentang mengurangi kemacetan, seharusnya ada usaha push and pull. Sementara pajak kendaraan dinaikkan, sekalian naikkan tarif yang lain: tol, parkir, masuk jalan protokol dan sebagainya. Kemudian perluas wilayah 3-in-1, berlakukan pembatasan dengan plat nomor kendaraan tertentu di hari tertentu pula. Pokoknya segala cara agar orang dibuat malas bawa kendaraan.

Tetapi di sisi lain, kualitas transportasi publik juga harus ditingkatkan, menjadi lebih aman dan nyaman. Pemasukan yang didapatkan dari pajak kendaraan, tol, parkir, dan sebagainya itu bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas transportasi publik ini. Dan kalau jalanan lengang, mustinya jadi tepat waktu. Dan karena jalanan lengang pula serta bertambahnya calon penumpang, para pengendara kendaraan umum tidak perlu ugal-ugalan untuk menyalip kendaraan lain dan berebut penumpang. Hasilnya adalah jalan raya yang lebih aman bagi seluruh penggunanya.

Dan ide menarik yang lain adalah pemerintah memberi insentif bagi perusahaan yang mendorong karyawannya untuk bekerja dari rumah. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan pemerintah dari hal ini. Yang paling jelas adalah penghematan penggunaan daya listrik dan penurunan emisi karbon kendaraan bermotor. Penghematan daya listrik tentunya sesuai dengan situasi saat ini.

Selanjutnya perusahaan mengembalikan insentif tersebut bagi karyawannya yang bekerja dari rumah. Jika karyawannya bekerja dari rumah, si karyawan bisa bekerja dengan lingkungan yang baginya sudah nyaman dan kondusif untuk bisa melakukan pekerjaannya secara lebih efektif. Ini juga berguna untuk mendidik perusahaan-perusahaan supaya lebih berorientasi kepada hasil pekerjaan, bukan proses pekerjaannya.

Silakan post komentar. Saya terbuka untuk saran dan kritik.

By Irfan Setiaputra on September 10th, 2008 | 6 comments »

“Kopi Darat”

kopidarat01.jpg

Bagi para pengguna radio amatir, “kopi darat” merupakan istilah untuk acara pertemuan. Ketika timbul ide untuk mengadakan acara ketemuan dengan rekan-rekan pembaca blog ini, terpikir untuk menggunakan istilah yang sama. Maklum, di dunia TI kita selalu pakai kode untuk prototipe produk. Jadi, “kopi darat” dipakai untuk kode acara diskusi. Berhubung jadwal saya yang kebetulan akhir-akhir ini sangat padat, persiapan acara ini harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Acara yang dihadiri sekitar 10-an orang ini berlangsung dalam suasana yang santai. Maklum, diadakannya setelah jam kerja, jadi buat apa kita terlalu serius? Tapi bukan berarti materi diskusinya “kacangan”.  Berbagai topik dibahas, kebetulan berhubungan dengan isu telekomunikasi yang saat ini sedang hangat. Banyak masukan yang saya dapatkan dari acara ini, dan saya juga berharap ada masukan dari saya yang bisa berguna bagi rekan-rekan yang hadir. Di sela-sela jadwal kegiatan saya yang padat, sangat menyenangkan untuk bisa berbagi pikiran secara langsung.

Mohon maaf bagi rekan-rekan yang tidak sempat hadir, dan terima kasih bagi rekan-rekan yang sudah datang. Saya merencanakan untuk lebih sering mengadakan acara semacam ini. Mungkin lain kali bisa diadakan di luar Jakarta, untuk mengakomodir rekan-rekan yang tidak berada di ibukota ini.

kopidarat02.jpg

By Irfan Setiaputra on August 19th, 2008 | 7 comments »

Undangan Berdiskusi Langsung

Ada banyak topik yang telah kita diskusikan lewat blog ini. Banyak respon yang diberikan dalam berbagai topik di setiap posting saya selama ini.

Tentu bagi saya itu adalah hal yang menggembirakan.

Meskipun sudah lama diniatkan, namun baru pekan ini baru bisa terlaksana: saya ingin ketemu langsung dengan Anda, komunitas pembaca blog ini.

Saya ingin mengundang Anda yang kebetulan punya waktu dan kesempatan untuk hadir. Berikut detilnya:

Tempat:         Sebuah restoran di bilangan Gunawarman, Kebayoran, Jakarta Selatan
Hari, Tanggal: Kamis, 14 Agustus 2008
Waktu:          18.00 - selesai
Acara:           Temu muka dan diskusi, sambil makan malam

Silakan diinfo kesediaan Anda untuk hadir di forum komentar di bawah posting ini, atau lewat email ke stephen@karyaku.com. Jangan lupa mencantumkan detil kontak seperti nama, email dan nomor telepon (yang tentu saja tidak akan dipublish) supaya Anda bisa dikontak kembali.

By Irfan Setiaputra on August 11th, 2008 | 6 comments »

Mendekati Era Zettabyte

Setelah data dan suara, jaringan internet kini memasuki era visual, atau disebut dengan visual networking. Yang mendorong era baru ini adalah video. Lalu-lintas internet di dunia kini dipenuhi oleh video. Jika sebelumnya peran jaringan hanya bisa dirasakan, kini jaringan menjadi lebih “terlihat.” Dan menurut sejarah, medium yang mampu menampilan audio dan video secara bersamaan akan menarik banyak perhatian, seperti halnya televisi di waktu lampau.

YouTube sebagai situs jejaring sosial yang memfasilitasi pengguna untuk berbagi video, hanyalah salah satu pemicu lonjakan lalu-lintas internet. Selain situs jejaring sosial terdapat kebutuhan lain akan video, seperti video conference (dari video conference sederhana sampai Cisco TelePresence yang memberikan sensasi temu muka sesungguhnya), video surveillance berbasis IP, konten yang dipancarkan ke digital media signage, Video on Demand, pelatihan on-line dan lainnya.

Saat ini konsumsi video masih lebih banyak dinikmati lewat komputer. Tetapi kita juga tahu teknologi 3G memberikan mobilitas tatap muka. Dan ke depannya diperkirakan internet lebih banyak masuk ke televisi lewat IPTV, sehingga pemirsa televisi memiliki kebebasan untuk mengatur apa yang akan ditonton dan waktu untuk menonton.

Hasil riset dari Cisco Visual Networking Index sudah memperlihatkan tanda-tanda tersebut. Dalam empat tahun ke depan diperkirakan lalu-lintas IP di seluruh dunia akan mencapai setengah zettabyte, karena pemanfaatan video yang masif lewat internet. Sebagai perbandingan, 1 zettabyte setara dengan 1 triliun gigabyte; setara dengan 1 milyar terabyte; setara dengan 1 juta petabyte; setara dengan 1.000 exabyte; atau setara dengan 250 miliar keping DVD. Para operator telekomunikasi, penyedia jasa internet dan service provider di belahan dunia mana pun harus bersiap menghadapinya.

vni.jpg

By Irfan Setiaputra on July 8th, 2008 | 4 comments »

Harga BBM Naik? Teknologi Memberikan Alternatif

Akhirnya pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Seperti yang sudah diprediksikan, terjadi reaksi-reaksi dari berbagai lapisan masyarakat. Sebagai bangsa yang besar, harusnya kita tidak perlu menyerah atau pasrah dengan keadaan seperti ini. Sudah saatnya kita berpikir lebih panjang dua atau tiga langkah ke depan, untuk melakukan penghematan dan peluang apa yang bisa didapat dengan kondisi seperti ini.

Penghematan yang bisa dilakukan misalnya adalah mengurangi perjalanan dan memanfaatkan teknologi dengan mengefektifkan infrastruktur komunikasi yang sudah ada untuk belajar, bermain dan menikmati hidup.

Ini yang sudah saya dan teman-teman lakukan di Cisco. Daripada harus pergi dan terjebak kemacetan untuk pertemuan yang hanya akan memakan waktu satu atau dua jam, kami memilih untuk melakukan pertemuan jarak jauh lewat Internet. Coba hitung waktu yang terbuang untuk perjalanan, dan BBM yang dihabiskan kendaraan untuk mencapai tempat pertemuan tersebut. Apalagi jika kemudian kita harus kembali ke kantor dan melewati jalan yang sama, dengan kemacetan yang sama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa mengaplikasikan hal ini. Jika biasanya kita selalu ke ATM untuk melakukan transaksi-transaksi non-tunai, mengapa tidak memilih Internet Banking, Phone Banking atau Mobile Banking? Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan secara online, tanpa mengorbankan esensi aktivitas itu sendiri.

By Irfan Setiaputra on May 27th, 2008 | 4 comments »

Mari Menjadi Lebih Hijau Di Hari Bumi Sedunia

Hari ini, 22 April, adalah Hari Bumi Sedunia. Tema yang diangkat tentu saja adalah melestarikan lingkungan hidup dengan mengurangi emisi karbon. Misalnya dengan mematikan lampu dan peralatan-peralatan listrik lain ketika tidak digunakan. Sadarkah anda, ketika anda mematikan komputer desktop dan meninggalkan kantor, monitor anda tetap menyala meskipun dalam keadaan sleep? Tinggal tekan tombolnya, dan anda sudah menghemat biaya listrik, dan juga mengurangi panas yang dihasilkan monitor tersebut.

Berbicara dari sisi Cisco sebagai sebuah perusahaan teknologi, kami berusaha mengurangi perjalanan bisnis dan memanfaatkan cara-cara kolaborasi online. Kalau bisa meeting online, buat apa harus ke luar kantor? Hitung saja berapa liter BBM yang dihemat, atau bahkan bahan bakar pesawat yang dihemat, jika ke luar negeri. Kemudian hitung emisi karbon yang bisa dikurangi. Sebagai ilustrasi, perjalanan satu orang dari New York ke London untuk sebuah pertemuan menghasilkan emisi karbon dioksida sebesar 1,3 ton.

Cisco tidak saja menjawab tantangan-tantangan lingkungan di dalam Cisco sendiri, tapi kami juga mendorong pelanggan-pelanggan dan mitra-mitra kami untuk melakukan hal yang sama, dan memanfaatkan jaringan sebagai sebuah platform Hijau. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai warga dunia. Tantangan sudah diberikan: Mari menjadi lebih hijau. Apa jawaban anda?

By Irfan Setiaputra on April 22nd, 2008 | 5 comments »

Selamat Datang, Para Pemimpin Masa Depan Cisco

Empat orang calon pemimpin Cisco Systems Indonesia sudah terpilih, setelah melalui proses rekrutmen yang sangat ketat. Jumlah calon kandidat yang berminat mendaftar melalui situs web, email, dan ketika saya dan teman-teman mengunjungi kampus-kampus ITB, ITS, UI dan Binus, mencapai ribuan orang. Sungguh respon yang luar biasa.

Saya tidak bisa membayangkan sulitnya kerja mereka yang harus menyeleksi calon-calon ini, karena dari sebagian CV yang saya terima, semuanya kelihatan meyakinkan dan mampu menjadi pemimpin Cisco sesuai harapan. Kenapa sulit? Karena dari ribuan nama tersebut, hanya enam belas yang lolos ke tahap assessment test.

Tanggal 3 April yang lalu, saya dan tim Cisco dari Indonesia dan regional “menghadapi” enam belas kandidat yang lolos tersebut, dalam assessment test yang dilakukan di Hotel Inter-Continental Jakarta. Di sana, kita memberikan materi-materi yang berhubungan dengan kesiapan mereka untuk menjadi pemimpin Cisco. Dari situ, kami memilih empat orang. Bukan hal yang mudah untuk memilih empat dari enam belas kandidat yang seluruhnya kami nilai layak.

Tapi keputusan harus tetap diambil. Empat nama yang terpilih untuk menjadi karyawan Cisco Systems Indonesia dan mengikuti pelatihan selama sembilan bulan di Amerika Serikat adalah Aryo Priyo Sujatmiko, Felix Gunawan, Hasan dan Audry Afrininta. Audry, satu dari dua perempuan yang lolos ke assessment test, menjadi perempuan pertama yang lolos program ini.

Saya ucapkan selamat bagi seluruh karyawan baru Cisco Systems Indonesia, dan saya tunggu kiprahnya bagi perusahaan ini. Dan bagi mereka yang sudah mendaftar, saya ucapkan terima kasih.

By Irfan Setiaputra on April 15th, 2008 | 5 comments »

The Power of Collaboration

cisco-cnsf-2008small.jpg

http://www.cisco.com/go/id/cnsf

Sudah lama juga saya tidak menambah posting baru di blog ini. Selain pekerjaan yang menguras banyak waktu saya, dan perjalanan ke luar negeri yang baru-baru ini saya lakukan, Cisco Systems Indonesia sedang sibuk mempersiapkan Cisco Networkers Solutions Forum 2008 yang akan diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta, pada tanggal 25 Maret 2008. Acara tahunan yang merupakan ajang networking terbesar di Indonesia ini merupakan acara yang keenam kali yang diadakan oleh Cisco Systems Indonesia, dan kali ini akan mengangkat tema ”The Power of Collaboration”. Jika tidak familiar dengan nama Cisco Networkers Solutions Forum, mungkin nama yang sudah lebih dulu dikenal adalah ”Cisco Showcase”.

Kolaborasi diangkat menjadi tema karena kolaborasi adalah salah satu kunci untuk bisa berhasil dalam lingkungan bisnis yang menjadi semakin global, di mana fungsi-fungsi di dalam organisasi akan mengecil dan persaingan akan menjadi semakin ketat. Hal ini sudah dibuktikan lewat studi ”Foresight 2020” yang dilakukan Economist Intelligence Unit (EIU) di tahun 2006, yang diikuti oleh para eksekutif.

Tantangan terbesar dalam membangun kolaborasi yang efektif adalah mengembangkan proses, kepemimpinan dan pengukuran untuk mendukung kolaborasi tersebut. Teknologi bisa dan akan memudahkan kolaborasi. Tapi bahkan hanya dengan e-mail, conference call dan instant messaging, kita bisa berkolaborasi. Selama perusahaan-perusahaan menyisihkan waktu dan usaha yang diperlukan untuk merencanakan, mengelola dan mengukur usaha-usaha kolaborasi, kolaborasi tersebut akan berhasil.

Alasan lainnya saya (dan Cisco) mengangkat isu kolaborasi ini adalah karena sesuai dengan brand positioning Cisco ’Welcome to the Human Network’, yang mengkomunikasikan bagaimana jaringan telah berhasil menembus batas-batas kantor, rumah dan institusi, serta berubah wujud menjadi platform yang membawa pengalaman baru dan membuka kesempatan bagi kita untuk lebih mudah melakukan kolaborasi dan bekerjasama.

Saya berharap, Cisco Networkers Solutions Forum 2008 ini akan bisa menjadi sarana bagi Cisco untuk memperlihatkan kolaborasi Cisco dengan para mitranya untuk bisa memajukan kehidupan masyarakat Indonesia melalui Internet.

By Irfan Setiaputra on March 15th, 2008 | 9 comments »

Internet. Mobilitas. Workspace. Kunci Kesinambungan Usaha.

Hari Selasa lalu musibah melanda komplek perkantoran tempat Cisco berada. Terjadi kebakaran di gedung yang kami tempati, untungnya hanya di basement. Tapi cukup untuk membuat seluruh penghuni diharuskan keluar sementara, sampai sisa-sisa kebakaran bisa dibersihkan. Bagi Cisco, hal ini bukan masalah karena kami memiliki konsep workspace, di mana setiap orang bisa bekerja dari mana saja, selama ada akses Internet. Karena itu saya tidak menginstruksikan seluruh karyawan untuk masuk kantor. Yang penting tugas mereka bisa selesai. Karena konsep inilah saya tidak terlalu dipusingkan oleh masalah kebakaran. Tempat menjadi tidak penting.

Namun kami tidak bisa egois, karena selain Cisco, masih banyak perusahaan lain yang berkantor di gedung ini. Karena itu, kami menyediakan akses gratis Internet nirkabel yang memanfaatkan koneksi 3G selular. Perangkat inilah yang pernah membantu para wartawan ketika meliput Pak Harto selama di RSPP dan di Astana Giribangun, Solo. Sejauh ini kami mendapatkan respon positif dari para pemakai Internet tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi seperti apapun, kita masih tetap bisa bekerja. Tidak ada alasan lagi untuk tidak bekerja karena tidak bisa mencapai kantor. Inilah mobilitas yang sesungguhnya. Mobilitas bukan lagi sekedar perangkat, teknologi atau layanan tertetntu. Mobilitas adalah mengenai bagaimana orang-orang dapat bebas bergerak di mana pun di dunia sementara tetap mendapatkan konektivitas menggunakan perangkat pilihannya.

By Irfan Setiaputra on February 15th, 2008 | 9 comments »

Legal Disclaimer
Some of the individuals posting to this site, including the moderators, work for Cisco Systems. Opinions expressed here and in any corresponding comments are the personal opinions of the original authors, not of Cisco. The content is provided for informational purposes only and is not meant to be an endorsement or representation by Cisco or any other party. This site is available to the public. No information you consider confidential should be posted to this site. By posting you agree to be solely responsible for the content of all information you contribute, link to, or otherwise upload to the Website and release Cisco from any liability related to your use of the Website. You also grant to Cisco a worldwide, perpetual, irrevocable, royalty-free and fully-paid, transferable (including rights to sublicense) right to exercise all copyright, publicity, and moral rights with respect to any original content you provide. The comments are moderated. Comments will appear as soon as they are approved by the moderator.

© 1992-2007 Cisco Systems, Inc. All rights reserved.